FT UNESA Hadirkan Guest Lecturer Bahas Ketahanan Kota Asia Menghadapi Perubahan Iklim dan Bencana
Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (FT UNESA) terus memperkuat wawasan akademik mahasiswa melalui kegiatan guest lecturer bertajuk “Climate and Disaster: Adapting Today for a More Resilient Tomorrow – Resilience in Asian Cities”. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran untuk memahami tantangan perubahan iklim, risiko bencana, serta pentingnya membangun kota-kota Asia yang tangguh dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi FT UNESA dengan Department of Urban and Regional Planning (PWK), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kolaborasi ini mempertemukan perspektif akademik dalam bidang perencanaan wilayah dan kota dengan isu ketahanan perkotaan yang semakin relevan di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim dan bencana.
Dalam kegiatan guest lecturer, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai berbagai persoalan yang dihadapi kota-kota di Asia dalam menghadapi perubahan iklim dan bencana. Pembahasan menekankan pentingnya kemampuan kota untuk beradaptasi, mengantisipasi risiko, serta membangun sistem perkotaan yang mampu bertahan dan pulih dari berbagai tekanan maupun ancaman bencana.
Konsep urban resilience menjadi salah satu perhatian penting dalam kegiatan ini. Kota tidak hanya dituntut memiliki infrastruktur yang memadai, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, ekonomi, teknologi, dan tata kelola. Pendekatan tersebut diperlukan agar pembangunan perkotaan dapat berlangsung secara berkelanjutan sekaligus memberikan perlindungan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.
Bagi mahasiswa FT UNESA, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman di luar ruang kelas sekaligus melihat bagaimana ilmu rekayasa dan perencanaan dapat berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan nyata. Isu perubahan iklim dan kebencanaan membutuhkan pendekatan multidisipliner sehingga kolaborasi antarpenguruan tinggi menjadi penting dalam menghasilkan gagasan dan solusi yang lebih komprehensif.
Kolaborasi dengan PWK ITS juga menunjukkan komitmen FT UNESA dalam membangun jejaring akademik dan memperluas ruang pertukaran pengetahuan. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama, mulai dari pembelajaran, riset, pengembangan inovasi, hingga kegiatan akademik bersama.
Tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, kegiatan guest lecturer ini juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Tema ketahanan kota terhadap perubahan iklim memiliki keterkaitan erat dengan SDG 11: Sustainable Cities and Communities, yang mendorong terwujudnya kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Pembahasan mengenai adaptasi terhadap perubahan iklim juga sejalan dengan SDG 13: Climate Action.
Sementara itu, penguatan pembelajaran dan pertukaran pengetahuan dalam kegiatan ini turut mendukung SDG 4: Quality Education, sedangkan kolaborasi FT UNESA dengan PWK ITS mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kemitraan antarlembaga pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan ini, FT UNESA terus mendorong terbentuknya ekosistem akademik yang terbuka terhadap isu global dan mampu menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Membangun kota yang tangguh bukan hanya tentang menghadapi bencana hari ini, tetapi juga tentang menyiapkan lingkungan yang lebih aman, adaptif, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.
Share It On: